0
Tuesday 18 February 2020 - 10:52
Nuklir UEA:

UAE Mengeluarkan Lisensi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama di Dunia Arab

Story Code : 845197
Barakah Nuclear Energy Plant developed by Korea Electric Power Corporation in Al-Dafrah.jpg
Barakah Nuclear Energy Plant developed by Korea Electric Power Corporation in Al-Dafrah.jpg
Pabrik Barakah, yang terletak di pantai Teluk Persia di sebelah barat ibukota, telah dijadwalkan akan online pada akhir 2017 tetapi menghadapi sejumlah penundaan yang dikaitkan para pejabat dengan persyaratan keselamatan dan peraturan.

Regulator nuklir nasional kini telah memberi lampu hijau kepada reaktor pertama dari empat reaktor di pabrik itu, Hamad al-Kaabi, perwakilan UEA untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dalam konferensi pers.

Pejabat Emirati mengatakan pada Januari bahwa pabrik itu akan mulai beroperasi dalam beberapa bulan. Tidak ada tanggal baru yang diberikan pada hari Senin tetapi Kaabi mengindikasikan itu akan segera terjadi.

"Operasi penuh pabrik Barakah dalam waktu dekat akan berkontribusi pada upaya UEA untuk pengembangan dan keberlanjutan," katanya, seraya menambahkan bahwa operator akan "melakukan masa commissioning untuk mempersiapkan operasi komersial."

Pangeran Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al-Nahyan juga men-tweet bahwa "hari ini menandai babak baru dalam perjalanan kami untuk pengembangan energi nuklir damai dengan mengeluarkan lisensi operasi untuk pabrik Barakah pertama."

"Ketika kita bersiap untuk 50 tahun ke depan untuk melindungi kebutuhan kita, kekuatan terbesar kita adalah bakat nasional," tambahnya.

Pabrik UEA sedang dibangun oleh konsorsium yang dipimpin oleh Korea Electric Power Corporation dengan biaya sekitar $ 24,4 miliar.

Mark Hibbs, seorang peneliti senior di Carnegie Endowment for International Peace's Nuclear Policy Programme, mengatakan UEA "harus membangun kumpulan pakar domestik di banyak bidang untuk menjaga pabrik ini berjalan dengan lancar dan efisien", karena semua keahlian untuk mengembangkan fasilitas telah "diimpor dari luar".

Ketika beroperasi penuh, keempat reaktor memiliki kapasitas untuk menghasilkan 5.600 megawatt listrik, sekitar 25 persen dari kebutuhan negara. Tiga reaktor yang tersisa hampir siap.

Pabrik itu adalah yang pertama di dunia Arab. Arab Saudi mengatakan pihaknya berencana akan membangun hingga 16 reaktor nuklir, tetapi proyek tersebut belum terwujud.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment