1
Wednesday 11 March 2020 - 15:42

Kudeta Kerajaan: Adik Raja Salman Blokir Mohammed bin Salman Naik Takhta

Story Code : 849685
Kudeta Kerajaan: Adik Raja Salman Blokir Mohammed bin Salman Naik Takhta
Tujuannya untuk memblokir naik takhta putra mahkota, Mohammed bin Salman, jika raja saat ini meninggal atau menjadi lumpuh.
 
Tiga sumber telah mengonfirmasi ihwal penangkapan Pangeran Ahmed bin Abdul Aziz, satu-satunya saudara lelaki kandung Raja Salman, dan mantan putra mahkota, Mohammed bin Nayef, pada Jumat. Keduanya diringkus setelah rincian dugaan percakapan mereka disampaikan kepada pengadilan kerajaan.

Penahanan kedua orang itu diperintahkan oleh Mohammed bin Salman, yang mereka tuding coba disingkirkan melalui dewan persekutuan, sebuah badan yang didirikan pada 2007 buat memastikan peralihan kekuasaan yang lancar jika raja atau putra mahkota mangkat.
 
Dewan tersebut berperan penting dalam mengamankan Mohammed bin Salman sebagai putra mahkota pada 2017 ketika ia memenangkan 31 dari 34 suara. Hasil itu menyingkirkan Mohammed bin Nayef dari garis suksesi dan menjadikan Bin Salman sebagai pemimpin de facto Negeri Petrodolar.
 
Pangeran Ahmed diyakini salah satu dari tiga pembangkang dan tetap menjadi pengkritik putra mahkota muda. Dia dan Mohammed bin Nayef dianggap menghadapi tuduhan makar, meskipun ada saran di Riyadh pada Senin bahwa tuduhan serius seperti itu dapat diperlunak.
 
Dua sumber mengatakan para bangsawan senior telah dituduh berusaha menetapkan Pangeran Ahmed sebagai ketua dewan aliansi, posisi yang saat ini kosong. Langkah ini berpotensi memberinya pengaruh atas diskusi suku, keluarga, dan ulama yang akan mengarah pada pencalonan pemimpin baru Saudi.
 
Diskusi diduga telah berkembang dan tampaknya gagal dengan klaim bahwa kedua pria itu merencanakan kudeta terhadap putra mahkota. Tuduhan itu -- dan kebingungan menyusul penangkapan -- mengejutkan Riyadh, memicu spekulasi bahwa kesehatan raja tiba-tiba memburuk dan putranya membuka jalan untuk menggantikan.
 
Namun, Raja Salman digambarkan menerima diplomat Arab Saudi pada Minggu, menepis desas-desus tentang kematiannya, dan para pendukungnya mengatakan ia tidak berniat meninggalkan posisinya sebelum KTT G20 di Riyadh pada November.
 
Para pejabat Barat yang telah melakukan pertemuan dengan raja berusia 84 tahun dalam sepekan terakhir mengatakan beliau sehat dan fokus dan tampaknya telah berubah sedikit selama dua tahun terakhir.
 
Dua pangeran lainnya, menteri dalam negeri, Abdulaziz bin Saud, dan Saud al-Nayef, yang ditahan selama penangkapan pada Jumat, dibebaskan dari tahanan Minggu setelah diinterogasi. Sejumlah bangsawan lain yang tidak dikenal tetap ditahan. Mohammed bin Salman, 33, telah dengan kejam menyingkirkan saingan dari semua lapisan masyarakat Saudi dalam persiapan untuk menjadi raja.
 
Dipuji karena memperkenalkan reformasi budaya luas yang telah memberikan perempuan Saudi partisipasi yang lebih besar dalam masyarakat, penumpasan paralel atas perbedaan pendapat telah menuai kritik di Eropa dan di penjuru dunia.
 
Pembunuhan dan mutilasi kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi pada akhir 2018 tetap menjadi masalah yang kuat bagi para kritikus putra mahkota, banyak dari mereka mengklaim ia tidak memiliki kewibawaan atau karakter untuk menjadi pemimpin.
 
"Itu tidak akan pernah hilang," kata seorang pejabat intelijen regional. "Tapi harus diingat bahwa dia tampil lebih buruk di luar negeri daripada di dalam negeri. Dan Ahmed, atau senior anggota kerajaan lainnya, tidak akan mungkin tertarik dengan ini. Ada pandangan luas sekarang bahwa takhta tidak boleh diambil darinya," lanjutnya, dilansir dari Guardian, Selasa 10 Maret 2020.
 
Melalui konvensi, dewan aliansi harus dipimpin oleh putra tertua pendiri kerajaan, tidak termasuk putra mahkota, atau raja. Badan ini terdiri dari 28 anggota dan tidak jelas apakah Pangeran Ahmed dapat mengambil peran ketua.
 
Kedua bangsawan senior itu diyakini ditahan di vila rahasia di Riyadh. Pangeran Ahmed, yang kembali dari pengasingan di London setelah pembunuhan Khashoggi, diketahui telah memanggil keluarganya pada Sabtu untuk meminta jubah seremonialnya dikirimkan kepadanya -- suatu prasyarat untuk bertemu dengan bangsawan lain atau tampil di depan umum. [IT?medcom]


 
Artikel Terkait
Comment