0
Sunday 22 March 2020 - 23:43
Lebanon - AS:

Kolaborator Libanon-Israel Ditemukan Tewas

Story Code : 851976
Antoine Youssef Al-Hayek known for his role at Khiam prison during Israeli occupation of Lebanon.jpg
Antoine Youssef Al-Hayek known for his role at Khiam prison during Israeli occupation of Lebanon.jpg
Antoine Youssef Al-Hayek pensiunan polisi ditemukan tewas Minggu (23/3) pagi di dalam toko kelontong di kota Miyeh Miyeh dekat Sidon, demikian Kantor Berita Nasional melaporkan.  Sejauh ini Polisi Militer memulai penyelidikan atas insiden tersebut.

Media lokal melaporkan bahwa dia ditembak dengan pistol yang dilengkapi peredam dari jarak dekat.

Al-Hayek telah dikenal karena peran utamanya di penjara Israel Khiam, tempat dia menyiksa tahanan Libanon. Dia bertanggung jawab atas pembunuhan setidaknya dua tahanan, dan memiliki hubungan dengan Amer Fakhoury.

Editor urusan Zionis Israel di TV Al-Manar Hasan Hijazi, yang juga seorang tahanan di penjara-penjara Zionis Israel, pada hari Minggu (23/3) meriwayatkan sebagian dari apa yang dia ketahui tentang Al-Hayek.

“Antoine Al-Hayek terkenal, di antara penjaga penjara lainnya, menggunakan untuk mengubah para tahanan menjadi sandsak tinju, dan memukul serta menendang mereka. Dia juga dikenal karena mencambuk tahanan, ” tulis Hijazi di akun Twitternya pada hari Minggu (23/3).

Ratusan kolaborator dengan musuh Israel melarikan diri ke entitas Zionis setelah pembebasan Lebanon selatan pada tahun 2000, termasuk Fakhoury, takut akan pembalasan jika mereka tetap di Libanon. Yang lain tinggal dan menghadapi persidangan, menerima hukuman yang ringan.

Al-Hayek adalah salah satu dari mereka yang tinggal di Libanon. Dia dibawa ke pengadilan pada tahun 2001 dan dijatuhi hukuman 18 bulan penjara. Tapi kemudian, dia dibebaskan karena "undang-undang pembatasan".

Laporan pada hari Minggu terkait penembakan Al-Hayek dengan kasus Fakhoury, seorang mantan komandan yang disebut Tentara Libanon Selatan (SLA) - milisi proksi yang didukung oleh pendudukan Israel selama pendudukan 1982-2000 di Lebanon.

Laporan mengatakan bahwa penembakan itu bisa menjadi pesan pembalasan terhadap pembebasan Fakhoury.

Fakhoury mengawasi penyiksaan ribuan orang di Penjara Khiam pada 1980-an dan 1990-an dan secara pribadi terlibat dalam pembunuhan beberapa tahanan, memberinya julukan "Jagal Khiam."
 
Pekan lalu, dia dibebaskan oleh pengadilan militer menyusul tekanan dari Amerika Serikat, yang kemudian pada hari Kamis (19 Maret) menerbangkan Fakhoury ke luar negeri, dalam suatu langkah yang dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan Lebanon dan terjadi meskipun ada larangan perjalanan yang dikeluarkan untuknya.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment