0
Monday 11 May 2020 - 04:30

Massa Anti-Lockdown Bentrok dengan Polisi di Melbourne

Story Code : 861887
Demonstran anti-lockdown berunjuk rasa di Melbourne, Australia, Minggu 10 Mei 2020. (Foto: AFP / William WEST/Medcom)
Demonstran anti-lockdown berunjuk rasa di Melbourne, Australia, Minggu 10 Mei 2020. (Foto: AFP / William WEST/Medcom)
Mereka menilai lockdown sebagai sebuah kebijakan yang tidak tepat dan berasal dari konspirasi tertentu.
 
Dilansir dari laman nzherald.co.nz, Minggu 10 Mei 2020, lebih dari 200 orang menyerukan agar kebijakan lockdown segera diakhiri. Mereka juga memprotes keputusan Premier Victoria, Daniel Andrews, yang menyerukan warga untuk tetap memperketat lockdown meski Kabinet Nasional Australia telah mengumumkan rencana tiga tahap pencabutan lockdown pada Jumat kemarin.
 
Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan, "Berjuang demi kebebasan dan hak Anda," sembari berteriak, "Tangkap Bill Gates. Sedikitnya lima orang ditangkap dalam aksi protes berujung bentrok tersebut.

Andrews tetap mempertahankan lockdown di Victoria sepanjang akhir pekan ini. Ia mengatakan kebijakan harus tetap diberlakukan hingga status darurat nasional dicabut pada Senin mendatang.
 
Jumat kemarin, ia meminta semua warga Victoria untuk "tetap bersabar" dalam menghadapi lockdown covid-19. Ia mengaku ingin memastikan Victoria telah sebelumnya mengendalikan penyebaran covid-19.
 
Namun sebagian warga Victoria mengabaikan seruan Andrews dan meminta agar lockdown segera dicabut. Sebagian dari mereka meyakini covid-19 merupakan sebuah konspirasi terkait tokoh tertentu, termasuk pendiri Microsoft, Bill Gates.
 
Kepala Dinas Kesehatan Australia Brendan Murphy mengecam aksi protes tersebut, dan menilai teori konspirasi di balik covid-19 sebagai sesuatu yang "tidak masuk akal."
 
"Sayangnya, masih banyak misinformasi bodoh di luar sana," ungkap Murphy.
 
Menteri Kesehatan Victoria Jenny Mikakos juga menyayangkan gerakan protes yang dilakukan sejumlah warga. "Saya merasa kecewa karena sebagian orang menganggap tidak ada pandemi di wilayah ini," sebut Mikakos.
 
"Padahal ada 18 warga Victoria yang meninggal akibat covid-19. Saya kecewa ada sebagian orang yang tidak memahami bahwa aturan ini diberlakukan demi melindungi mereka," sambungnya.
 
Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Minggu ini, total kasus covid-19 di Australia telah mencapai 6.939 dengan 97 kematian dan 6.163 pasien sembuh. [IT/Medcom]


 
Artikel Terkait
Comment