0
Thursday 21 May 2020 - 03:08
Iran dan Hari Al Quds Internasional:

Zarif: Rezim Zionis Lahir Melalui Teror

Story Code : 863924
Iranian Foreign Minister Mohammad Javad Zarif.jpg
Iranian Foreign Minister Mohammad Javad Zarif.jpg
“Rezim Zionis dilahirkan melalui teror, dan sejak itu telah membunuh ribuan orang dari orang #Palestin biasa hingga tokoh-tokoh Arab terkemuka dan ilmuwan Iran. Rezim yang natural teroris, Zionis Israel masih terus menebar benih kekacauan di wilayah kami," kata Kementerian Luar Negeri Iran dalam posting Rabu (20/5) di akun Twitter berbahasa Inggris-nya.

Ini juga menggarisbawahi pentingnya Hari Quds Internasional, warisan almarhum pendiri Republik Islam, Imam Khomeini, yang diperingati setiap tahun pada hari Jumat terakhir bulan puasa Ramadhan dalam solidaritas dengan bangsa Palestina yang tertindas.

"Rezim Zionis memiliki sejarah agresi, program WMD rahasia (senjata pemusnah massal), pekerjaan & melanggar hukum. Hari Quds adalah pengingatan tahunan bagi dunia Muslim bahwa pendudukan & tindakan agresif rezim Israel telah menjadi faktor mendasar dalam konflik di wilayah kami,” twit Menteri Luar Negeri itu.

Setiap tahun pada Hari Quds Internasional, jutaan Muslim mengadakan aksi unjuk rasa di seluruh dunia untuk menegaskan kembali seruan mereka untuk pembebasan Palestina dan mengecam kekejaman rezim Tel Aviv terhadap rakyat Palestina.

Tahun ini, demonstrasi jalanan ditiadakan di Iran karena pandemi coronavirus dan digantikan oleh acara online. Pemimpin Revolusi Islam Imam Sayyed Ali Khamenei juga diharapkan menyampaikan pidato pada kesempatan itu.

Selain itu pada hari Rabu, Majelis Ahli Iran mengeluarkan pernyataan untuk memperingati Hari Quds, menggambarkan kesempatan itu sebagai "sebuah panggung untuk menampilkan kekuatan umat Islam untuk mendukung dunia yang tertindas, terutama Palestina yang tertindas, dan menolak front arogan [global] rezim Zionis. "

Pernyataan itu menggambarkan peristiwa itu sebagai "hari yang dijanjikan atas kematian Amerika dan kejatuhan rezim yang menduduki Quds," yang tidak diragukan lagi akan terwujud melalui perlawanan dunia Muslim.

Badan Iran selanjutnya meminta pemerintah Muslim untuk bergabung melawan kebijakan normalisasi dengan rezim Tel Aviv, bersatu di belakang negara Palestina yang berani dalam perjuangan anti-pendudukan mereka, dan membantu menghapus "tumor kanker" Zionis Israel dari hati dunia Muslim.

Dia juga memperingatkan rezim Israel untuk jangan senang dengan pembatalan demonstrasi Hari Quds tahun ini karena pandemi coronavirus, mendesak negara-negara Muslim, terutama Iran, untuk memperingati  even tersebut dengan cara lain "lebih kuat dari sebelumnya."[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment