0
Thursday 9 July 2020 - 17:37

Indonesia Harus Tunggu Persetujuan Kongres AS untuk Pembelian Pesawat Osprey

Story Code : 873420
Indonesia Harus Tunggu Persetujuan Kongres AS untuk Pembelian Pesawat Osprey
Defense Security Cooperation Agency (DSCA) pada 6 Juli menuturkan bahwa total nilai penjualan oleh pihak AS ini diestimasi akan mencapai USD2 miliar atau setara Rp28,8 triliun.

Delapan pesawat MV-22 Block C Osprey dan sejumlah perangkat lainnya diyakini dapat meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia dalam menjalankan operasi kemanusiaan dan penanganan bencana. AS menilai Indonesia tidak akan mengalami kesulitan berarti dalam memasukkan 8 unit MV-22 Block C Osprey ke jajaran militer.
 
AS menegaskan, rencana penjualan delapan pesawat dan sejumlah perangkat ini tidak akan mengubah keseimbangan militer di kawasan.
 
Dua kontraktor utama dalam rencana penjualan ini adalah Bell Textron Inc., Amarillo, Texas and The Boeing Company, Ridley Park, Pennsylvania. Nantinya, perwakilan kontraktor akan memberikan dukungan teknis serta menyampaikan informasi seputar produk yang dijual.
 
“Implementasi dari proposal ini membutuhkan pula kunjungan personel pemerintah AS serta perwakilan kontraktor ke Indonesia. Kedatangan itu dilakukan untuk menyediakan dukungan program teknis dan program mengatasi gangguan,” sebut pihak DSCA.
 
Pemberitahuan mengenai rencana penjualan ini merupakan aturan internal AS seputar penjualan peralatan militer ke negara lain, dan bukan berarti transaksi jual beli ini telah berakhir. [IT/Onh/Medcom]


 
Artikel Terkait
Comment