0
Friday 10 July 2020 - 07:30

Jelang Aneksasi, Pengusiran Warga Palestina Melonjak

Story Code : 873519
Pasukan Israel hancurkan rumah warga (ElectronicIntifada).
Pasukan Israel hancurkan rumah warga (ElectronicIntifada).
Kelompok HAM B'Tselem mengatakan pembongkaran rumah warga Palestina melonjak pesat pada bulan Juni. Sekitar 45 rumah di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur telah dicaplok Israel.

Delapan rumah di Yerusalem dirobohkan sendiri oleh pemiliknya lepas menerima perintah pembongkaran dari kotamadya demi menghindari pembayaran biaya pembongkaran dan denda.

Akibat pembongkaran,lebih dari 50 warga Palestina, termasuk sekitar 30 anak, terlantar. Sementara di Tepi Barat, 100 warga (setengahnya anak-anak) kehilangan tempat tinggal.

Pasukan pendudukan Isral juga merobohkan lebih dari 35 bangunan non-perumahan bulan lalu.

B'TSelem merilis video yang menunjukkan pasukan Israel menghancurkan lima tempat perlindungan milik keluaraga Abu Dahuk dekat Jericho di Lembah Jordan pada 3 Juni lalu. Mereka juga menyita panel surya, kulkas dan wadah air.

Pada Januari, keluarga Abu Dahuk diusir dari daerah yang sudah mereka diami selama 30 tahun dengan alasan kawasan itu adalah zona militer tertutup Israel.

Israel menyatakan lebih dari setengah Lembah Jordan Tepi Barat sebagai zona militer tertutup dan memerintahkan warga Palestina di sana untuk mengosongkan rumah saat pasukan Israel menggelar latihan tempur. Tapi tujuan asli penetapan zona militer tertutup adalah mengambil alih tanah Palestina untuk kemudian mencaploknyya.

Sepanjang tahun 2020, sekitar 235 bangunan milik warga Palestina di Tepi Barat telah dihancurkan dan 370 orang tergusur.[IT/EI/AR]
Artikel Terkait
Comment