0
Saturday 11 July 2020 - 07:53

Rabi Inggris: Sejarah akan Hakimi Orang Yahudi Jika Aneksasi Diterapkan

Story Code : 873674
Rabi Inggris (Jewish Chronicle).
Rabi Inggris (Jewish Chronicle).
Dalam sebuah surat untuk Kedutaan Besar Israel di London kemarin, para rabi menentang langkah ilegal Israel untuk menganeksasi (mencaplok) wilayah Tepi Barat dan menggambarkan aneksasi sebagai sebuah "penyalahgunaan kekuasaan" yang akan menciptakan "parodi ajaran Yahudi".

“Jika Israel adalah negara Yahudi, maka [aneksasi] membuat kita semua menjadi munafik. Jika Yudaisme mengajarkan kita untuk tidak menindas, tidak mencabut hak pilih, untuk tidak berdiam diri dengan darah tetangga kita, lalu di mana kita semua berdiri?" tanya surat itu sebagaimana dilansir situs WAFA hari ini.

Surat itu melanjutkan bahwa integritas moral orang-orang Yahudi kini tengah dipertaruhkan. Sejarah akan menghakimi dan bertanya apakah kaum Yahudi setia pada ajaran kenabian tentang keadilan, belas kasih, dan kedamaian? Atau mereka malah telah menciptakan ejekan terhadap tradisi Yahudi dengan berdiri di sisi yang salah dari ajaran dan sejarah Yahudi?

Surat itu ditandatangani oleh mantan rabi senior Liberal Danny Rich, rabi senior Reformasi Laura Janner-Klausner, Rabi Jeffrey Newman dari Sinagog Reformasi Finchley, Rabi Paul Freedman, Rabi Senior Radlett Reform, dan Rabi Profesor Marc Saperstein, mantan rektor Universitas Leo Baeck.

Dalam pernyataan bersama, pengorganisir surat tersebut, Rabbis Sylvia Rothschild dan Alexandra Wright dari British Friends of Rabbis for Human Rights menegaskan bahwa sesuai nilai-nilai keadilan Yahudi, pihaknya tidak bisa tinggal diam mengenai aneksasi sepihak.

Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot memuji para rabi karena "berbicara kebenaran" dalam surat mereka.

"Aneksasi ilegal oleh Israel tidak hanya pelanggaran terhadap hak-hak Palestina dan hukum internasional, tetapi juga [pelanggaran] nilai-nilai Yahudi," ujar Zomlot

Karena itu, aneksasi dan pendudukan harus dihentikan serta hak-hak sah rakyat Palestina harus segera diakuiny, tambahnya.[IT/W/AR]
Artikel Terkait
Comment