1
Sunday 2 August 2020 - 10:18
Iran vs Terorisme:

Zarif Iran: Teroris Mengorganisir Pembunuhan dari Tempat Berlindung Mereka di AS dan UE

Story Code : 877839
Members of the anti-Iran terrorist group MKO, which has killed 17,000 Iranians, its annual gathering in Paris.jpg
Members of the anti-Iran terrorist group MKO, which has killed 17,000 Iranians, its annual gathering in Paris.jpg
"Barat harus berhenti membiayai dan menyembunyikan teroris," Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif tweeted pada Sabtu (1/8) malam.

"Dari tempat perlindungan mereka yang aman di AS dan Eropa, mereka mempromosikan kebencian, agitasi dan mengatur pembunuhan dan kekacauan, dan tanpa malu-malu mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil Iran yang tidak bersalah," tambahnya.

"Smokescreens tidak bisa mengaburkan kemunafikan ini."

Tweet-nya datang beberapa jam setelah Kementerian Intelijen Iran mengatakan telah menangkap pemimpin kelompok teroris anti-Iran yang berbasis di Amerika Serikat.

Pasukan keamanan Iran telah berhasil menangkap kepala kelompok teroris, Jamshid Sharmahd, yang mengarahkan "operasi bersenjata dan tindakan sabotase" di Iran dari AS, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (1/8).

Setelah operasi yang rumit, pemimpin kelompok itu, bernama Tondar (Guntur), ditangkap dan dia "sekarang berada di tangan yang kuat" pasukan keamanan Iran, tambahnya.

Kementerian itu mengatakan telah memberikan pukulan berat kepada kelompok Tondar yang merencanakan dan melakukan serangan teroris mematikan di masjid Sayyid al-Shohada di kota selatan Shiraz, Provinsi Fars, pada 2008, yang menewaskan 14 orang dan melukai 215 lainnya.

Disebutkan bahwa kelompok teroris itu juga telah merencanakan hendak melakukan operasi besar-besaran lainnya, seperti meledakkan beberapa tempat, termasuk Bendungan Sivand di Shiraz, Mausoleum almarhum pendiri Republik Islam Imam Khomeini di Tehran selatan, dan Pameran Buku Internasional Tehran, yang semuanya digagalkan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan pada hari Sabtu bahwa rezim AS harus bertanggung jawab untuk "mendukung kelompok teroris ini (Tondar) dan pakaian [teroris] lainnya serta penjahat yang memimpin sabotase, operasi bersenjata dan teroris dari dalam Amerika Serikat terhadap rakyat Iran "dan menumpahkan darah orang Iran.

"Rezim AS menganggap dirinya berdiri bersama orang-orang Iran sementara dia menampung dan mendukung para teroris yang dikenal dengan berbagai cara dan mereka telah mengklaim bertanggung jawab atas beberapa operasi teroris di Iran dan yang menumpahkan darah orang-orang dan warga negara Iran yang tidak bersalah di tangan mereka, " dia menambahkan.

Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi juga mengatakan kepada TV pemerintah bahwa "orang-orang seperti Sharmahd melakukan kesalahan dengan mengandalkan AS dan rezim Zionis karena keduanya mendukung mereka selama mereka melayani kepentingan mereka."

"Meskipun Interpol ditugaskan untuk menangkapnya, tidak ada tindakan yang diambil terhadapnya, yang menunjukkan slogan kosong Barat melawan terorisme," katanya.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment