0
Tuesday 4 August 2020 - 21:48

Musuh Lakukan Perang Psikologi Untuk Menggambarkan Iran Sebagai Negara Yang Tidak Efisien

Story Code : 878343
Musuh Lakukan Perang Psikologi Untuk Menggambarkan Iran Sebagai Negara Yang Tidak Efisien

Presiden Hassan Rouhani mengatakan musuh-musuh, yang gagal dalam kampanye tekanan ekonomi mereka terhadap Iran, sekarang telah melakukan perang psikologis yang bertujuan menggambarkan pemerintah Iran sebagai pemerintah yang tidak efisien dan memutarbalikkan kenyataan tentang kemampuan domestik.

Berbicara pada sebuah pertemuan dewan koordinasi ekonomi pemerintah di Teheran pada hari Selasa, Rouhani menyoroti komentar dari Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, yang baru-baru ini menjabarkan agenda musuh jangka pendek dan jangka panjang untuk menghambat kemajuan ekonomi Iran.

Rouhani berkata, "Dua arus sanksi dan distorsi sedang bekerja secara simultan untuk memenuhi tujuan ini melalui penggilingan ekonomi negara yang terhenti, dan menggambarkan situasi dan menciptakan frustrasi."

Ketika tanda-tanda muncul dari kegagalan musuh dalam mewujudkan tujuan mendasar dari perang ekonomi mereka, mereka sekarang telah menggeser fokus pada perang psikologis mereka ke upaya menggambarkan pemerintah Iran sebagai pemerintah yang tidak efektif, mengubah kenyataan tentang kemampuan Republik Islam Iran.

Rouhani lebih lanjut memperingatkan bahwa menyebarkan desas-desus dan informasi yang salah di samping upaya untuk menciptakan keretakan antara cabang-cabang pemerintah dan terutama antara warga dan pihak berwenang akan sejalan dengan konspirasi musuh terhadap pendirian Islam.

"Dalam lebih dari dua setengah tahun tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan perang ekonomi skala penuh [terhadap Iran], pemerintah telah berhasil menjalankan urusan negara dengan secara signifikan mengurangi ketergantungan pada pendapatan minyak," ungkapnya.

Selain memasok barang-barang pokok yang dibutuhkan oleh rakyat, pemerintah melanjutkan ekspor non-minyak dan mencegah penutupan sektor manufaktur dan peningkatan pengangguran, tambahnya.(IT/TGM)
Artikel Terkait
Comment