0
Wednesday 19 August 2020 - 22:30
Sudan - Zionis Israel:

Sudan Memecat Juru Bicara yang Mengungkapkan Normalisasi dengan Entitas Zionis

Story Code : 881299
Haidar Badawi Sadiq, Sudan’s Foreign Ministry Spokesman.jpg
Haidar Badawi Sadiq, Sudan’s Foreign Ministry Spokesman.jpg
Haidar Badawi Sadiq mengatakan kepada Sky News Arabia pada hari Selasa (18/8) bahwa Khartoum tertarik untuk menjalin hubungan dengan Tel Aviv dan memperkirakan bahwa perjanjian antara kedua belah pihak dapat ditandatangani pada akhir tahun atau awal 2021.

Komentar tersebut muncul beberapa jam setelah dia memposting blog publik di mana dia mendesak kepemimpinan militer-sipil negara itu untuk berbicara secara terbuka tentang pembicaraan yang sedang berlangsung.

Komentarnya, yang muncul di tengah spekulasi bahwa negara-negara lain akan segera bergabung dengan Uni Emirat Arab dalam menyetujui hubungan dengan entitas Zionis, dengan cepat ditanggapi oleh penjabat menteri luar negeri negara itu Omar Qamar al-Din Ismail, yang mengatakan dia "terkejut dengan pengumuman itu.

“Soal hubungan dengan Zionis Israel sama sekali belum dibahas di Kementerian Luar Negeri. Tidak ada yang menugaskan Haidar Badawi Sadiq membuat pernyataan tentang hal ini,” kata Ismail.

Sadiq kemudian mengatakan bahwa dia telah mengkonfirmasi pembicaraan dengan Zionis 'Israel' karena tidak ada pejabat senior pemerintah yang peduli untuk menyangkal prediksi Menteri Intelijen Zionis Israel Eli Cohen bahwa hubungan dengan Sudan mungkin akan disepakati dalam beberapa bulan mendatang.

Cohen pada Rabu (19/8) menegaskan bahwa pembicaraan damai antara kedua belah pihak sedang berlangsung. Dia mengklaim bahwa itu termasuk ketentuan untuk pengembalian pencari suaka Sudan yang saat ini berada di negara itu.

Ini bukan pertama kalinya kontak Sudan dengan entitas Zionis terperosok dalam kontroversi, menyoroti perpecahan antara pemimpin militer dan sipil Khartoum.

Pada bulan Februari, pemimpin transisi Sudan Letnan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Uganda, sebuah pertemuan yang segera dibantah oleh perdana menteri negara itu Abdalla Hamdok.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment