0
Thursday 20 August 2020 - 09:10
Pakistan dan Kesepakatan AS, Zionis Israel - UEA:

PM Khan: Pakistan Tidak Akan Mengakui Israel sampai Palestina Mendapatkan Hak dan Negaranya

Story Code : 881380
Pakistanis condemns the agreement between the United Arab Emirates (UAE) and Israel.jpg
Pakistanis condemns the agreement between the United Arab Emirates (UAE) and Israel.jpg
Dalam wawancara dengan jaringan televisi swasta Dunya News pada hari Selasa (18/8), Khan mengatakan Islamabad tidak akan ikut mengakut Zionis Israel, mengacu pada Abu Dhabi, yang telah mencapai kesepakatan yang sangat kontroversial dengan Tel Aviv untuk membangun hubungan diplomatik penuh.

"Sikap kami sangat jelas sejak hari pertama dan Quaid-i-Azam Muhammad Ali Jinnah mengatakan Pakistan tidak akan pernah bisa menerima Zionis Israel sampai rakyat Palestina mendapatkan hak dan negaranya," kata Khan.

Perdana menteri Pakistan lebih lanjut mencatat bahwa pengakuan terhadap Zionis Israel sama dengan meninggalkan sikap Pakistan di wilayah Kashmir yang mayoritas Muslim.

“Kasus orang Palestina mirip dengan orang-orang Kashmir dan hak-hak mereka [Palestina] telah direnggut dan mereka menderita akibat kekejaman Zionis Israel. Kedua isu tersebut memiliki latar belakang yang serupa,” jelas Khan.

Wilayah Kashmir Himalaya telah terbagi antara India dan Pakistan sejak pemisahan mereka pada tahun 1947. Negara-negara tersebut telah berperang tiga kali memperebutkan wilayah tersebut.

Bagian wilayah yang dikelola India, yang dikenal sebagai Jammu dan Kashmir, menikmati otonomi hingga Agustus 2019, ketika pemerintah nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi mencabut status itu.

Pada 13 Agustus, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai antara UEA dan Zionis Israel yang ditengahi oleh Washington.

UEA mengklaim kesepakatan itu - yang ditolak Palestina sebagai fitnah - dirancang untuk mencegah rencana aneksasi Tel Aviv atas Tepi Barat yang diduduki.

Pendukung perjuangan Palestina, bagaimanapun, menolak klaim itu, dengan mengatakan upaya normalisasi telah terjadi sejak lama.

Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu juga telah menegaskan kembali bahwa pencaplokan rezim telah ditunda tetapi masih belum disetujui.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment