0
Wednesday 26 August 2020 - 14:27

Maroko Tolak Normalisasi dengan Israel

Story Code : 882521
El Otmani (Palestine News Network).
El Otmani (Palestine News Network).
"Kami menolak normalisasi apa pun dengan entitas Zionis karena ini mendorongnya untuk melangkah lebih jauh dalam melanggar hak-hak rakyat Palestina," kata Saad Dine El Otmani pada hari Minggu seperti dilansir Palestine News Network.

Pernyataannya muncul ketika penasihat senior dan menantu Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan terbang ke Maroko dalam beberapa hari mendatang sebagai bagian dari "kunjungan beberapa negara" ke Timur Tengah yang bertujuan "mendorong pemulihan hubungan Arab-Israel."

Maroko dan Israel memulai hubungan tingkat rendah pada tahun 1993 setelah kesepakatan yang konon berusaha memungkinkan "perdamaian" antara Israel dan Palestina tercapai. Tetapi Rabat menangguhkan hubungan dengan rezim Israel setelah pecahnya pemberontakan Palestina pada tahun 2000.

Associated Press menguti tiga diplomat yang mengatakan bahwa Kushner juga akan mengunjungi Bahrain, Oman, Arab Saudi, dan Israel. Menurut diplomat yang berbicara dengan syarat anonim, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan melakukan tur regional terpisah.

Mereka juga mengatakan tidak berharap mendengar sebuah "pengumuman terobosan langsung". Sebaliknya, kunjungan tersebut bertujuan untuk "menyelesaikan setidaknya satu - dan berpotensi lebih - kesepakatan normalisasi dengan Israel dalam waktu dekat".

Abu Dhabi dan Tel Aviv mengumumkan pada 13 Agustus bahwa mereka telah mencapai kesepakatan yang akan mengarah pada normalisasi penuh hubungan diplomatik antara kedua belah pihak.

Kesepakatan sangat kontroversial, yang  dikutuk secara luas di seluruh wilayah Palestina yang diduduki dan dunia Muslim, ditengahi oleh Trump yang berusaha menggambarkannya sebagai sebuah terobosan besar.

Kesepakatan UEA-Israel menandai perjanjian normalisasi ketiga yang dibuat oleh rezim pendudukan dengan negara Arab setelah Mesir (1979) dan Yordania (1994). Abu Dhabi diyakini sudah memiliki hubungan klandestin dengan Tel Aviv.[IT/AR]
Artikel Terkait
Comment