0
Wednesday 21 October 2020 - 06:36
Rusia dan Gejolak Timur Tengah:

Moskow Menyerukan Upaya Konstruktif Bersama di Teluk Persia Daripada Tindakan Sepihak

Story Code : 893211
Iranian navy speedboat.jpg
Iranian navy speedboat.jpg
Keamanan kawasan sedang dibahas sehubungan dengan perjanjian perdamaian penting yang ditengahi AS yang ditandatangani Zionis Israel dengan UEA, bersama dengan Bahrain, pada 15 September, yang memicu kemarahan di seluruh Palestina dan dunia Muslim.
 
Ketiga negara meresmikan serangkaian perjanjian bilateral, yang mencakup sektor-sektor seperti perdagangan, penerbangan, energi dan penelitian, Tehran mengatakan awal pekan ini bahwa Iran siap untuk menanggapi setiap kemungkinan ancaman Zionis Israel terhadap kepentingannya di Teluk Persia, menambahkan normalisasi hubungan Zionis Israel dengan UEA dan Bahrain akan menjadi ancaman langsung bagi keamanan seluruh kawasan.

"Kami yakin bahwa setiap orang tertarik pada wilayah yang damai dan dapat diprediksikan. Upaya tindakan sepihak - kami terus mengamati, semakin meningkat - mengarah pada jalan buntu. Praktik pemerasan dan pendiktean, demonisasi dan tuduhan hanya satu dari pihak ya g salah dan berbahaya," kata Lavrov.

Menurut Menkeu, perlu mengesampingkan saling tudingan dan kecurigaan, menolak menggunakan sanksi, tekanan, ultimatum, tindakan provokatif dari pihak manapun untuk menjamin perdamaian dan keamanan di kawasan.

"Kunci untuk memperbaiki situasi di kawasan Teluk Persia haruslah upaya kolektif untuk membangun kepercayaan yang didasarkan pada penghormatan terhadap kedaulatan, kemerdekaan dan keutuhan wilayah negara sesuai dengan hukum internasional dan Piagam PBB," tambah Lavrov.

Ketegangan meningkat di Teluk Persia tahun lalu, terutama karena kebuntuan antara Amerika Serikat dan Iran atas kesepakatan nuklir 2015, ketika Washington secara sepihak menarik diri dari pakta pada 2018, mendorong Teheran untuk mulai menarik kembali komitmen nuklirnya. Ada juga banyak serangan terhadap kapal tanker di perairan Teluk dan serangan pesawat nir awak terhadap fasilitas minyak Arab Saudi, yang memperburuk situasi, dengan Washington dan sekutunya menyalahkan Iran. Tehran telah membantah semua tuduhan.

Mengingat ketegangan yang meningkat, Kementerian Luar Negeri Rusia pada Juli 2019 meluncurkan versi terbaru dari inisiatif yang disebut Konsep Keamanan Kolektif untuk Wilayah Teluk Persia, yang mengusulkan "pelepasan penempatan permanen pasukan negara-negara ekstra-regional" di wilayah tersebut. Konsep tersebut lebih jauh mempromosikan multilateralisme sebagai inti dari sistem keamanan baru di kawasan.[IT/r]
 
 
Artikel Terkait
Comment