0
Saturday 31 October 2020 - 01:33

Iran Mengupayakan Gencatan Senjata Yang Berkelanjutan Di Wilayah Nagorno-Karabakh

Story Code : 895013
Iran Mengupayakan Gencatan Senjata Yang Berkelanjutan Di Wilayah Nagorno-Karabakh

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik Abbas Araqchi mengatakan, Republik Islam berusaha untuk membantu membangun gencatan senjata yang langgeng di wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan, di mana ratusan orang telah tewas dalam lebih dari sebulan pertempuran antara Azerbaijan dan Armenia.

Araqchi membuat pernyataan dalam pertemuan hari Jumat dengan Menteri Luar Negeri Armenia Zohrab Mnatsakanyan di Yerevan, pada tahap ketiga dari tur empat negara yang bertujuan untuk mempromosikan inisiatif Teheran untuk penyelesaian konflik Karabakh.

Dalam pertemuan tersebut, diplomat Iran mempresentasikan proposal perdamaian negara itu kepada menteri luar negeri Armenia dan mengatakan Teheran memiliki potensi kerjasama dengan pihak yang bertikai untuk membantu membangun gencatan senjata di wilayah yang disengketakan.

Mnatsakanyan, pada bagiannya, mengatakan Armenia memahami kepekaan Iran terhadap ancaman baru terhadap keamanan regional dan memuji peran Iran dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di wilayah tersebut.

Menteri luar negeri Armenia menambahkan bahwa pendekatan Iran untuk penyelesaian konflik Karabakh akan dipelajari secara detail.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyatakan keprihatinannya atas penyebaran teroris internasional dari Timur Tengah ke wilayah Karabakh, dengan mengatakan hal itu merupakan ancaman serius bagi seluruh wilayah.

Araqchi sebelumnya mengunjungi Azerbaijan dan Rusia sebelum tiba di Armenia. Tur tersebut nantinya akan membawa diplomat Iran ke ibu kota Turki, Ankara.

Berbicara pada saat kedatangannya di ibu kota Azerbaijan, Baku pada Selasa malam, Araqchi mengumumkan bagian dari inisiatif untuk mengakhiri konflik Karabakh, mengatakan rencana yang diusulkan bertujuan untuk mempromosikan "perdamaian abadi" dan menyelesaikan perselisihan selama puluhan tahun antara Baku dan Yerevan.(IT/TGM)
Artikel Terkait
Comment