0
Tuesday 1 December 2020 - 11:24
Bahrain dan Pembunuhan Fakhrizadeh:

Bahrain Mengutuk Pembunuhan Fakhrizadeh, Prancis Mendesak untuk Menahan Diri

Story Code : 900964
Coffin of Iranian nuclear scientist Mohsen Fakhrizadeh, in Mashhad, Iran.jpg
Coffin of Iranian nuclear scientist Mohsen Fakhrizadeh, in Mashhad, Iran.jpg
Dalam pernyataan Senin (30/11), Kementerian Luar Negeri Bahrain mengutuk pembunuhan itu dan "menekankan perlunya upaya bersama untuk mengurangi ketegangan, mencegah eskalasi di kawasan dan memastikan stabilitas dan keamanan."

"Mengingat situasi saat ini di kawasan itu, Kerajaan Bahrain meminta semua pihak untuk menahan diri secara maksimal untuk menghindari tingkat ketidakstabilan baru di kawasan yang mengancam perdamaian," tambah Kementerian Luar Negeri Bahrain.

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Prancis juga menyatakan keprihatinannya atas pembunuhan Fakhrizadeh.

"Kami belajar dengan keprihatinan tentang serangan yang menewaskan Tuan Fakhrizadeh. Kami dengan cermat mengikuti konsekuensi [serangan itu] di Iran dan di kawasan itu dalam konteks ketegangan regional," kata juru bicara kementerian kepada wartawan, Senin (30/11).

Juru bicara itu juga mencatat bahwa Paris menyerukan pengekangan untuk menghindari peningkatan ketegangan lebih lanjut.

Fakhrizadeh, kepala Organisasi Inovasi dan Penelitian Pertahanan Kementerian Pertahanan Iran, menjadi sasaran serangan teroris multi-cabang oleh sejumlah penyerang di kota Absard, Provinsi Teheran, Kabupaten Damavand pada hari Jumat (27/11).

Pejabat pemerintah dan komandan militer Iran telah mengisyaratkan bahwa rezim Zionis Israel mungkin berada di balik serangan teror tersebut, bersumpah akan membalas dendam yang keras terhadap semua penjahat yang terlibat.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment