0
Wednesday 9 December 2020 - 06:53
Turki dan Gejolak Libya:

Turki Mengancam 'Konsekuensi Serius' setelah Pasukan Libya Timur Menyita Kapalnya karena Dugaan Penyelundupan Senjata

Story Code : 902550
Libyan National Army fighters.JPG
Libyan National Army fighters.JPG
"Menargetkan kepentingan Turki di Libya akan memiliki konsekuensi serius, dan elemen ini (yang menargetkan kepentingan Turki) akan dipandang sebagai target yang sah," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (8/12).
 
Kementerian "mengutuk keras" langkah tersebut, menekankan bahwa kapal harus diizinkan melanjutkan pelayaran yang direncanakan "segera," dan menambahkan bahwa kapal telah didenda dan awaknya ditahan.
 
Kapal kargo berbendera Jamaika 'Mabruka' ditarik ke pelabuhan Ras al-Hilal, timur Benghazi, setelah dicegat oleh Tentara Nasional Libya (LNA) pada hari Senin, saat menuju pelabuhan Misrata di barat Libya.
 
Rekaman yang diposting ke media sosial menunjukkan tentara LNA mencegat kapal, yang dilaporkan disita karena khawatir kapal itu mengangkut senjata ke Libya barat.
 
Rekaman menunjukkan # kapal kargo MABROUKA milik Turki yang disita oleh Tentara Nasional Libya dalam perjalanan ke #Misurata Libya yang konon atas dugaan penyelundupan senjata ke dalam kredit negara ke @ alain_4upic.twitter.com / FUXvJw5Bjh - SMM Libya (@smmlibya) 8 Desember 2020 Juru bicara LNA Ahmed Al-Mismari mengatakan bahwa awak kapal terdiri dari sembilan warga negara Turki, tujuh warga India, dan satu warga Azerbaijan.
 
Dia mengklaim bahwa kapal itu "sedang diselidiki karena pelanggaran hukum dan peraturan maritim" setelah memasuki area terlarang.
 
Turki adalah pendukung asing utama dari Pemerintahan sementara Kesepakatan Nasional (GNA) Libya di bagian barat negara itu, yang telah lama memerangi LNA, yang didukung oleh Mesir, Rusia, dan Uni Emirat Arab.
 
Pada hari Selasa (8/12), Al-Mismari menuduh Turki mempersenjatai GNA dengan tentara bayaran dan senjata, di antara perlengkapan lainnya.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment