0
Thursday 17 December 2020 - 14:57
Krisis HAM di Prancis:

Pengadilan Charlie Hebdo: Mantan Mitra Ekstremis Yang Menyerang Toko Yahudi Dinyatakan Bersalah Atas Terorisme

Story Code : 904302
Charlie Hebdo Trial.jpg
Charlie Hebdo Trial.jpg
Pengadilan Prancis memutuskan bahwa Hayat Boumeddiene, mantan mitra militan Islam yang membunuh empat orang di supermarket Yahudi pada 2015, bersalah atas tuduhan terkait terorisme.
 
Boumeddiene diyakini dalam pelarian dari surat perintah penangkapan internasional di Suriah, tempat dia bergabung dengan organisasi teroris Daesh (ISIS/IS), kata Reuters.
 
Dia adalah mitra Amedy Coulibaly, kaki tangan orang-orang bersenjata di balik serangan di kantor Paris majalah satir Charlie Hebdo di Paris pada Januari 2015.
 
Coulibaly membunuh seorang polisi wanita sehari setelah serangan itu tetapi kemudian dibunuh oleh pasukan keamanan selama pengepungan di supermarket halal.
 
Serangan terhadap kantor Charlie Hebdo dan penyanderaan di pasar Hypercacher menyebabkan 17 orang tewas. Dua belas orang terbunuh di majalah satir, yang menerbitkan kartun Nabi Muhammad, memprovokasi kemarahan di dunia Muslim.
 
Ketiga penyerang, Kouachi bersaudara, yang melakukan pembantaian Charlie Hebdo, dan rekan mereka Coulibaly, tewas dalam baku tembak dengan polisi setelah serangan tersebut.
 
Sidang Charlie Hebdo berfokus pada 14 orang, tiga di antaranya diadili secara in absentia. Hukuman yang diminta oleh jaksa bervariasi dari lima tahun hingga penjara seumur hidup.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment