0
Thursday 15 April 2021 - 10:30
AS dan Gejolak Irak:

Sejumlah Rudal Menyerang Angkatan Bersenjata Turki dan Lapangan Udara Erbil

Story Code : 927295
Erbil Airfield.jpg
Erbil Airfield.jpg
Pangkalan militer Irak yang menampung pasukan Amerika telah mendapat kecaman dari pasukan milisi di Irak utara selama beberapa waktu. Pada bulan Februari, beberapa roket diluncurkan ke pangkalan militer di dekat Bandara Internasional Erbil yang menewaskan satu kontraktor militer dan melukai beberapa lainnya.
 
Sebuah sumber keamanan memberi tahu Sputnik bahwa selain rudal yang menghantam bandara Erbil, ada dua roket tak dikenal lainnya yang menghantam kamp militer Turki di Bashiqa dan sebuah desa yang dirahasiakan.
 
"Sebuah rudal jatuh di wilayah kamp militer Angkatan Bersenjata Turki di kota Bashiqa," kata sumber itu, menambahkan bahwa tidak ada informasi tentang korban.
 
Sumber itu lebih lanjut mencatat bahwa "rudal lain jatuh di desa terdekat, yang mengakibatkan seorang warga sipil terluka."
 
Rekaman yang dibagikan di media sosial menunjukkan beberapa tim penjawab pertama berjalan ke tempat kejadian saat asap mengepul di udara di lapangan terbang Erbil. - Barzan Sadiq (@BarzanSadiq) 14 April 2021 - Mirna Henry (@Mirnahh) 14 April 2021
 
Laporan yang belum dikonfirmasi menunjukkan bahwa roket yang dikerahkan di Erbil dimaksudkan untuk menyerang gudang yang terletak di lapangan.
 
Pernyataan Rabu yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Turki menyatakan serangan itu menewaskan seorang tentara Turki. Seorang anak juga terluka dalam insiden tersebut.
 
Turki telah mengirim drone tempur ke daerah tersebut, menurut pernyataan itu. "Hari ini, sebuah serangan rudal telah menghantam kamp militer Bashiqa di Irak utara.
 
Salah satu dari tiga roket yang ditembakkan telah menghantam area pangkalan, dua lagi desa [terdekat].
 
Sebagai akibat dari serangan itu, saudara ipar kami tewas dan seorang anak di desa itu cedera, "kata Kementerian Pertahanan.
 
Kemudian pada hari itu, Kementerian Dalam Negeri regional mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diperoleh oleh Sputnik bahwa serangan di bandara internasional Erbil di Kurdistan Irak dilakukan dengan pesawat nir awak, menambahkan bahwa tidak ada yang terluka.
 
"Setelah dilakukan penyelidikan dan langkah-langkah berikut oleh pihak terkait terkait penyebab ledakan, yang terdengar pada malam hari di Bandara Internasional Erbil, diketahui bahwa suara ledakan tersebut disebabkan oleh drone yang membawa pesawat tersebut.
 
TNT meledak dan menargetkan fasilitas pasukan koalisi internasional di bandara, "bunyi pernyataan itu. Untungnya, ledakan tersebut tidak menimbulkan korban, namun menimbulkan kerusakan material pada salah satu bangunan.
 
Penyelidikan dilakukan untuk menentukan dari mana dan oleh siapa drone itu diluncurkan, tambah kementerian tersebut.
 
Masrour Barzani, yang menjabat sebagai perdana menteri Kurdistan Irak, mengutuk "serangan teror" melalui Twitter, mencatat bahwa serangan itu adalah "upaya terang-terangan untuk merusak keamanan kami di dalam negeri dan kerja sama kami dengan koalisi global." - Masrour Barzani پابەندین # (@masrour_barzani) 14 April 2021
 
Jarak antara Bashiqa dan Erbil kira-kira 50 mil.
 
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment