0
Monday 10 May 2021 - 19:02
Iran - Saudi Arabia:

Khatibzadeh: Pendekataan Iran-Saudi dalam Kepentingan Kedua Bangsa

Story Code : 931849
Saeed Kahtibzadeh, Iranian Foreign Ministry Spokesman.jpg
Saeed Kahtibzadeh, Iranian Foreign Ministry Spokesman.jpg
"Pendekatan kembali dan (memulihkan) hubungan antara dua negara Muslim di Teluk Persia adalah untuk kepentingan kedua negara dan kawasan itu," kata Saeed Khatibzadeh berbicara pada konferensi pers di Teheran pada hari Senin (10/5).
 
Ditanya tentang alasan perubahan dalam pendekatan Arab Saudi ke Iran dan apakah pembicaraan itu serius, juru bicara itu mengatakan seseorang harus fokus pada tindakan pihak lain daripada mencoba mengungkapkan niat di balik mereka.
 
“Kami selalu menyambut baik negosiasi seperti itu. Mari kita tunggu hasil pembicaraan, ”katanya, menambahkan bahwa pembicaraan baru-baru ini antara pejabat Iran dan Saudi menampilkan diskusi tentang masalah bilateral dan regional.
 
Khatibzadeh berharap dengan adanya perubahan suasana tersebut, kedua negara akan menuju pemahaman yang bermakna dalam hubungan bilateral dan regional.
 
Bulan lalu, Khatibzadeh bereaksi terhadap pernyataan baru-baru ini yang dibuat oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman tentang hubungan Tehran-Riyadh dan wilayah tersebut.
 
"Iran dan Arab Saudi, sebagai dua negara penting di kawasan dan dunia Muslim, dapat memasuki babak baru interaksi dan kerja sama untuk mencapai perdamaian, stabilitas, dan pembangunan kawasan dengan mengadopsi pendekatan konstruktif dan berbasis dialog," kata juru bicara itu.
 
“Dengan mempresentasikan proposal dan inisiatif untuk dialog dan kerjasama di kawasan Teluk Persia, termasuk Hormuz Peace Endeavour (HOPE), Republik Islam Iran telah menjadi pelopor dalam jalur persahabatan dan kerjasama regional, dan menyambut baik perubahan di Arab Saudi. nada,” tambah Khatibzadeh.
 
Sebelumnya, putra mahkota Saudi telah memberi tahu TV al-Arabiya milik Saudi bahwa kerajaan memandang Iran sebagai negara tetangga dan bercita-cita memiliki hubungan baik dengannya.
 
“Pada akhirnya, Iran adalah negara tetangga. Yang kami minta hanyalah memiliki hubungan yang baik dan terhormat dengan Iran,” kata Mohammed bin Salman.
 
Hubungan diplomatik antara Tehran dan Riyadh memburuk setelah eksekusi ulama Syiah Sheikh Nimr al-Nimr pada Januari 2016, seorang kritikus vokal terhadap monarki Saudi, di Arab Saudi.
 
Riyadh memutuskan hubungan dengan Teheran setelah itu, menanggapi serangan oleh pengunjuk rasa yang marah di kedutaannya di ibu kota Iran.
 
Kampanye militer Arab Saudi melawan Yaman serta kematian ratusan jemaah haji Iran dalam himpitan mematikan di Mina Arab Saudi pada September 2015 telah mempersiapkan landasan bagi memburuknya ketegangan antara Tehran dan Riyadh.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment