0
Monday 14 June 2021 - 23:02
Produksi Militer Iran:

Angkatan Laut Iran Diperkuat Dengan Fregat dan Kapal Penyapu Ranjau Baru yang Diproduksi di Dalam Negeri

Story Code : 938047
Iranian Navy, with new domestically manufactured Frigate.jpg
Iranian Navy, with new domestically manufactured Frigate.jpg
Yang terakhir berakhir tahun lalu, tetapi Iran mengatakan tidak berniat menghentikan proses peningkatan persenjataan buatan dalam negeri.
 
Angkatan Laut Iran telah menyambut bala bantuan baru, membuat fregat bernama Dena dan kapal penyapu ranjau bernama Shahin.
 
Pemindahan kapal perang yang baru diproduksi ke angkatan laut diperintahkan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dan diawasi oleh komandan militer tertinggi negara itu pada 14 Juni.
 
Dena dan Shahin bergabung dengan armada yang ditempatkan di kota pelabuhan Bandar Abbas di Iran selatan.
 
Dena adalah fregat kelas Moudge keempat yang dibuat Iran di dalam negeri.
Tiga kapal lainnya ditugaskan antara 2010 dan 2018.
 
Kapal kelas Moudge dapat mengisi berbagai peran karena dilengkapi dengan persenjataan yang mampu mengenai sasaran di udara, di darat, dan di laut.
 
Selain itu, Dena memiliki landasan pendaratan helikopter di deknya. Kapal-kapal ini juga dipersiapkan untuk perjalanan jauh di lautan, sehingga memungkinkan Iran untuk menggunakannya dalam misi patroli internasional.
 
Salah satu kapal kelas Moudge Iran, Sahand, saat ini sedang berlayar melintasi Samudra Atlantik.
 
Misinya masih belum diketahui, tetapi beberapa media melaporkan bahwa AS khawatir Sahand dan kapal lain yang menyertainya membawa senjata ke Venezuela.
 
Kapal penyapu ranjau Shanin juga merupakan hasil kerja ekstensif oleh industri pertahanan Iran.
 
Kapal dilengkapi dengan peralatan modern yang memungkinkannya mendeteksi dan menetralisir ranjau laut pada jarak yang jauh.
 
Tehran membuat lompatan signifikan dalam mengembangkan industri pertahanan dalam negerinya.
 
Dorongan teknologi sebagian didorong oleh larangan PBB pada perdagangan senjata dengan Iran, yang digunakan untuk membeli sebagian besar persenjataannya di luar negeri.
 
Sementara larangan itu berakhir pada tahun 2020, Tehran telah mengindikasikan bahwa pihaknya berencana untuk terus mengembangkan peralatan dan senjata militer domestik, seperti kapal perang, sistem pertahanan udara, rudal, dan bahkan jet tempur.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment