0
Sunday 24 January 2021 - 12:12
AS dan Gejolak Suriah:

Mantan Diplomat: AS Mencuri Minyak Suriah dari Rakyat Suriah dan Mengirim ke Israel

Story Code : 912048
Related FileSebagai bagian dari upaya Washington untuk merebut kendali lebih lanjut atas cadangan minyak di Suriah dan menjarah sumber daya alam di sana, militer AS dilaporkan telah memindahkan ratusan pasukan dari Irak ke provinsi Hasakah yang kaya energi di Suriah.
 
Jaringan televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa 200 tentara diterbangkan ke pangkalan AS di kota al-Shaddadi dengan helikopter pada hari Kamis (21/1). Kota ini terletak sekitar 60 kilometer di selatan ibu kota provinsi Hasakah.
 
Laporan tersebut menambahkan bahwa pasukan akan dikerahkan di ladang minyak Omar dan ladang gas Koniko di provinsi tetangga Dayr al-Zawr.
 
Selain itu, kantor berita resmi Suriah SANA melaporkan bahwa koalisi militer pimpinan AS telah mengirimkan 40 truk senjata dan peralatan logistik ke Hasakah.
 
“Fakta bahwa Amerika Serikat sedang memindahkan tentara dari Irak, yang didudukinya, ke Suriah yang terus diduduki untuk mencuri minyak Suriah dari rakyat Suriah dan mengirim minyak ke tempat lain mungkin ke entitas Apartheid dan tempat lain yang akan mendapatkan keuntungan dari pencurian minyak Suriah oleh Amerika. Ini adalah ciri khas AS dan harus ditunjukkan secara kontras dengan 25.000 tentara yang mengelilingi Joe Biden ketika dia dilantik, hanya beberapa hari yang lalu,” kata Springmann kepada Press TV, Sabtu.
 
“Ini menunjukkan bahwa Amerika memiliki pendekatan yang salah arah terhadap kebijakan luar negeri. Mereka takut dengan apa yang mungkin terjadi pada presiden mereka, karena tindakannya dan tindakan Partai Demokrat, serta serangan dan pendudukan negara asing di seluruh dunia," katanya.
 
“Jadi menurut saya ini adalah contoh lain dari apa yang salah dengan Amerika. Dan Joe Biden adalah seseorang yang tidak bisa dipercaya. Dia tidak bisa dipercaya bahkan oleh rakyatnya sendiri. Dan Amerika Serikat memiliki pasukan yang menduduki Jerman dan Jepang tujuh puluh lima tahun setelah Perang Dunia Kedua,” katanya.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment


Berita Terkait